Minggu, 10 April 2011

Apa Pilihan Anda ?

Sebagai pelajar sekolah, kerap kali kita menjumpai teman yang pintar. Kepintaran yang dimiliki juga terkadang tidak diragukan. Ada keinginan bagi kita untuk bisa seperti dia. Tetapi keinginan hanyalah keinginan. Jarang sekali disertai dengan niat dan perbuatan. Padahal keinginan tanpa niat dan wujud nyata perbuatan, sama saja seperti orang yang ingin kenyang, tetapi malas untuk mengunyah dan menelan makanan.

Saya mungkin bukanlah anak yang pintar. Saya juga bukan anak yang giat dan rajin. Tetapi saya punya usaha. Usaha tidak selalu diartikan dengan orang yang bekerja hingga berkeringat. Pintar bukanlah hal pokok yang saya incar dari usaha saya. Bagi saya, pintar diukur hanya sebatas IQ sesorang. Pintar yang dilihat sebatas itu, membuat saya kurang tertarik. Sehingga saya ingin mencari jalan keluar yang menurut saya itu lebih menarik.

Lingkungan sekitar membuat kita bisa lebih dari sekedar pintar. Maksudnya adalah pintar yang sudah “berkembang”. Sebagai contoh, artikel yang bisa kita baca di Koran KOMPAS, Rabu, 6 April 2011 dan terletak di halaman 13.  Siswi SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah membuktikan bahwa dia lebih dari pada pintar. Dia menumbuk kulit durian dan itu digunakan untuk mengganti elektrolit batu batrai. Setelah itu terciptalah energi listrik.

Bagi saya, yang dibutuhkan oleh para pelajar adalah kecerdasan. Bukan hanya dalam kurikulum. Tetapi juga dalam mengembangkan kurikulum tersebut. Cerdas dalam berpikir dan berperilaku. Ada pun pelajar yang kurang cerdas dalam kurikulum. Tetapi jika berusaha untuk berpikir secara lebih mendalam mengenai hidupnya, dapat terbukti nantinya bahwa dia itu cerdas.

Perlu anda ketahui, bahwa setiap orang memiliki hak untuk berpendapat. Menurut saya, tingkatan cerdas itu lebih tinggi dari pada pintar. Tetapi untuk menjadi cerdas tidaklah sesulit menjadi pintar. Asalkan ada kemauan dan niat yang disertai dengan wujud nyata, kita bisa memilikinya. Dari sebab itu, janganlah kita takut untuk gagal. Janganlah kita takut untuk terlihat bodoh atau konyol sekalipun. Karena tak selamanya yang kelihatan itu adalah yang paling benar. Lakukanlah yang ingin anda lakukan. Karena saya dan anda adalah pelajar. #mdp