Kamis, 31 Maret 2011

Di Hari Ulang Tahunku . . .

4 Meret 2011

            Terbangun dari tidur karena mimpi. Anehnya mimpi tersebut mengingatkan saya bahwa hari ini saya harus bangun lebih pagi untuk menekan bel. Petugas yang harus memencet bel itu bergantian. Hari ini adalah giliran saya. Bel itu guna mengingatkan semua seminaris mengenai waktu kegiatan. Saat itu saya tidak memiliki jam di kamar. Sehingga membuat saya mencari-cari jam di kamar teman saya. Tetapi saya tidak mendapatkan juga. Kemudian, karena saya merasa khawatir, saya bergegas lari ke refter untuk melihat jam dan bermaksud langsung menekan tombol bel jika sudah waktunya. Ternyata ketika saya melihat jam, jam menunjukkan pukul 03.20. Karena jam bangun adalah 04.45, saya kembali tidur.
            Ketika kemudian saya dibangunkan teman saya, jam tepat menunjukkan pukul 04.45. Saya langsung berlari menuju refter dan menekan bel. Setelah itu saya langsung mandi dan kembali bersiap menekan bel sebagai tanda bahwa ibadat pagi dan ekaristi akan segera dimulai. Saya juga bersiap untuk menjadi pembaca kitab suci yang sering kita kenal sebagai lektor.
            Hari ini adalah hari ulangan tengah semester. Yang hari ini diujikan adalah pelajaran Pengantar Kitab Suci dan pelajaran Liturgi. Hari ini pula, aku merasakan karunia yang diberikan Tuhan. Aku berdoa kepada Tuhan agar soal yang keluar itu soal-soal yang mudah. Ternyata soal yang keluar itu benar soal yang sudah sempat saya baca malam hari saat belajar. Tetapi saya ini tidak serius dalam belajarnya. Yang saya harapkan hanyalah tangan Tuhan yang bekerja. Sehingga membuat saya tetap kesulitan mengerjakan soal walau soal tersebut terbilang mudah.
            Sepulang sekolah, saya berkunjung ke kapel. Saya berdoa seraya berterima kasih atas doa yang benar didengar Tuhan dan dikabulkan-Nya. Selain itu saya juga berterima kasih atas umur yang masih diberikan kepada saya. Karena tepatlah hari ini saya berumur 16 tahun. Saya juga memohon maaf kepada Tuhan karena saya hanya meminta. Padahal seharusnya meminta itu disertai dengan usaha. Setelah saya berdoa, saya makan siang bersama dan kemudian melaksanakan opera. Setelah opera, saya beristirahat siang.
            Seharusnya ini memang waktu untuk tidur siang. Tetapi saya teringat akan begitu banyak baju kotor yang saya miliki. Saya tidak bisa membiarkan baju kotor saya itu. Karena akan menjadi semakin menumpuk. Sehingga membuat saya merelakan waktu tidur siang saya ini untuk mencuci baju. Setelah saya selesai mencuci, ternyata waktu sudah menandakan bahwa saatnya untuk ekskul. Saya pun menuju lapangan untuk mengikuti ekskul sepak bola. Dengan memakai sepatu dan baju olahraga saya, saya menuju lapangan.
            Seusai ekskul, saya teringat akan janji ibu saya yang ingin membawakan makanan ke seminari untuk dimakan pada waktu makan malam. Tetapi saya tidak melihat tanda-tanda kedatangan ibu saya. Sampai pada waktu bacaan rohani pun saya tidak melihat tanda-tandanya. Hingga jam studi hamper usai pun, saya tidak mengetahui apakah makanan yang akan dibawa ibu saya sudah datang atau belum. Dengan rasa sedikit takut, teman saya Barry menemani saya untuk ke rektorat guna melihat apakah ada titipan untuk saya. Tetapi di rektorat itu tidak ada Pak Suro yang biasa menunggu di sana. Karena saya menganggap tidak ada, saya memutuskan untuk kembali lagi ke meja studi. Saat kembali itu, saya dipanggil oleh Rm. Hendro Subekti. Ternyata titipan dari ibu saya itu dititipkan kepada Rm. Hendro. Perasaan kecewa yang saya miliki sebelumnya, kini berubah menjadi perasaan senang. Saya membawa makanan-makanan itu ke refter. Saya juga bersyukur karena memiliki teman seperti Barry. Dia mau menemani saya. Dia teman yang sangat mau menghibur daripada dihibur. Saya sangat berterima kasih kepada Barry yang mau menemani saya ke rektorat.
            Saat bel pertanda makan saya bunyikan, para seminaris pun menuju refter untuk makan malam. Sesudah membagikan makanan yang sudah diberikan oleh ibu saya, saya menampilkan sebuah permainan gitar dan sekaligus bernyanyi lagu yang berjudul “I Will Fly”. Setelah saya menampilkan itu, teman-teman mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. Setelah makan malam, saya mengecek email saya dan juga mengucapkan terima kasih kepada ibu saya. Saya juga ternyata mendapat banyak ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman saya yang saat SMP kami bermain bersama.
            Pada akhir hari yang menggembirakan ini, saya menutup hari dengan membagikan kue saat pertemuan angkatan. Walaupun tidak begitu banyak dan mewah, saya rasa cukup untuk setiap angkatan. Dan saya juga menutup dengan doa yang akhirnya saya kembali tidur untuk menyambut hari esoknya. TERIMA KASIH TUHANKU J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar